Tottenham Tunjuk Igor Tudor, Misi Penyelamatan dari Jurang Degradasi
Tottenham Hotspur resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih baru menggantikan Thomas Frank. Tudor memikul misi berat menjauhkan Spurs dari zona degradasi Premier League.
JAKARTA – Tottenham Hotspur mengambil langkah drastis demi menyelamatkan musim yang kian terpuruk. Manajemen klub berjuluk The Lilywhites tersebut resmi menunjuk Igor Tudor sebagai kepala pelatih baru, menyusul pemecatan Thomas Frank yang gagal mengangkat performa tim di papan klasemen Premier League.
Keputusan ini diambil di tengah krisis hasil yang mengkhawatirkan. Tottenham tercatat hanya memetik dua kemenangan dari 17 laga terakhir di liga, sebuah tren negatif yang menyeret mereka ke posisi ke-15, hanya terpaut lima poin di atas zona degradasi. Tudor, yang memiliki reputasi sebagai pelatih berdisiplin tinggi, dikontrak hingga akhir musim ini.
Ujian Perdana di Derby London Utara
Igor Tudor tidak memiliki waktu lama untuk beradaptasi. Mantan pelatih Juventus dan Lazio ini dijadwalkan melakoni debutnya dalam partai krusial: Derby London Utara melawan Arsenal pada 22 Februari mendatang. Laga ini menjadi ujian mental bagi skuat Spurs, mengingat sang rival abadi saat ini tengah kokoh memuncaki klasemen.
Pernyataan resmi klub menegaskan bahwa mandat Tudor sangat spesifik, yakni mengembalikan organisasi permainan, intensitas, serta keunggulan kompetitif tim di sisa musim yang menentukan.
Filosofi Disiplin dan Dampak Instan
Dalam pernyataan pertamanya, pelatih berusia 47 tahun itu mengakui besarnya tanggung jawab yang ia pikul. Fokus utamanya adalah menyatukan kualitas skuat yang ada menjadi unit yang lebih solid.
"Fokus saya jelas: membawa konsistensi yang lebih besar pada performa kami dan bersaing dengan keyakinan di setiap pertandingan," tegas Tudor. Ia optimistis bahwa kualitas pemain Tottenham masih mumpuni untuk segera bangkit dari keterpurukan.
Direktur Olahraga Tottenham, Johan Lange, menyebutkan bahwa pemilihan Tudor didasarkan pada pengalaman sang pelatih dalam menangani situasi krisis. Tudor sebelumnya pernah menangani klub-klub besar dengan tekanan tinggi seperti Marseille dan Galatasaray.
"Igor membawa kejelasan taktik dan pengalaman dalam melangkah masuk ke momen-momen sulit untuk menghasilkan dampak instan," ujar Lange.
Spesialis Jangka Pendek?
Menilik rekam jejaknya, Tudor dikenal sebagai pelatih yang jarang bertahan lebih dari dua tahun di satu klub. Namun, bagi Tottenham saat ini, durasi jangka panjang bukanlah prioritas. Kebutuhan mendesak mereka adalah stabilitas untuk menghindari ancaman degradasi dan tetap kompetitif di kancah Liga Champions.
Kedatangan Tudor diharapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi skuat yang tampak kehilangan arah di bawah kepemimpinan sebelumnya. Kini, publik London Utara menanti apakah sentuhan dingin pria asal Kroasia ini mampu meredam dominasi Arsenal sekaligus menjauhkan Spurs dari ancaman turun kasta. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



