Strategi Menyeimbangkan Pekerjaan dan Ibadah di Bulan Ramadan
TIMES Makassar/Ilustrasi. Menyeimbangkan pekerjaan dan ibadah di bulan Ramadan. (Foto: Freepik)

Strategi Menyeimbangkan Pekerjaan dan Ibadah di Bulan Ramadan

Menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan ibadah di bulan Ramadan melalui manajemen waktu subuh, pengaturan skala prioritas, serta menjaga pola makan sahur yang tepat agar produktivitas tetap optimal tanpa mengurangi kekhusyukan berpuasa.

TIMES Makassar,Kamis 19 Februari 2026, 07:24 WIB
43.2K
D
Deasy Mayasari

JakartaDatangnya bulan suci Ramadan sering kali menghadirkan tantangan tersendiri bagi para profesional. Perubahan pola tidur, pola makan, hingga kondisi fisik yang menahan lapar dan dahaga menuntut adaptasi strategi agar performa kerja tetap terjaga tanpa mengabaikan kualitas ibadah.

Menyeimbangkan kedua aspek ini bukan hal yang mustahil. Dengan manajemen waktu yang tepat dan pergeseran pola pikir, bekerja di bulan Ramadan justru dapat menjadi ladang pahala yang produktif.

1. Manajemen Waktu dan Skala Prioritas

Kunci utama keberhasilan di bulan Ramadan adalah pengaturan jadwal yang ketat. Manfaatkan waktu setelah santap sahur dan salat Subuh untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Pada jam-jam tersebut, kondisi otak biasanya masih segar dan fokus belum terdistraksi oleh rasa kantah.

Gunakan skala prioritas dengan menyelesaikan tugas paling berat di pagi hari, dan sisakan tugas administratif yang lebih ringan untuk dikerjakan menjelang waktu berbuka puasa.

2. Optimalkan Istirahat dan Power Nap

Kurangnya waktu tidur di malam hari karena ibadah tarawih dan sahur dapat dikompensasi dengan power nap atau tidur singkat selama 15–20 menit saat jeda istirahat siang. Langkah sederhana ini terbukti secara ilmiah dapat mengembalikan fokus dan energi tanpa mengganggu ritme kerja harian.

3. Niatkan Bekerja sebagai Ibadah

Dalam pandangan spiritual, bekerja mencari nafkah yang halal adalah bagian dari ibadah. Dengan menanamkan pola pikir ini, rasa lelah saat bekerja tidak akan menjadi beban, melainkan pengugur dosa dan sarana meraih keberkahan. Hindari menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau menurunkan standar kualitas pekerjaan.

4. Mengintegrasikan Ibadah di Sela Kesibukan

Ibadah tidak selalu harus dilakukan dalam durasi yang lama. Manfaatkan waktu perjalanan atau jeda antarsesi rapat untuk berzikir atau mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Menjaga wudu sepanjang hari juga dapat membantu menjaga kesadaran spiritual dan ketenangan batin selama menghadapi tekanan pekerjaan.

5. Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka

Produktivitas di kantor sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi saat sahur. Pastikan mengonsumsi karbohidrat kompleks dan protein yang melepaskan energi secara perlahan (slow release). Hindari makanan yang terlalu manis secara berlebihan agar tidak cepat merasa lemas di siang hari.

Dengan keseimbangan yang tepat antara etos kerja dan keteguhan iman, Ramadan akan menjadi momentum transformasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, tangguh, dan bermakna. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Deasy Mayasari
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Makassar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.