https://makassar.times.co.id/
Berita

Di Balik Lesunya Wisata Lokal, Ini Pandangan Aktivis Kota Banjar

Sabtu, 05 April 2025 - 18:56
Di Balik Lesunya Wisata Lokal, Ini Pandangan Aktivis Kota Banjar Situ Mustika, salah satu objek wisata yang sepi pengunjung di lebaran tahun ini. (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)

TIMES MAKASSAR, BANJAR – Menanggapi pemberitaan terkait lesunya pariwisata di Kota Banjar pada momen lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah ini, aktivis GMNI Kota Banjar, Irwan Herwanto ikut angkat suara.

Menurutnya, lebaran merupakan momen tahunan yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang dan menjadi tradisi pulang ke kampung halaman untuk bertemu sanak saudara.

"Di momen ini, biasanya digunakan untuk berkumpul bersama sanak keluarga dan untuk melengkapi momen kebersamaan dilanjut dengan kegiatan wisata yang menjadi bagian tak terpisahkan dengan hari raya Idul Fitri," ujar Irwan, Sabtu (5/4/2025).

Sayangnya, pada momen lebaran ini tidak serta merta mendongkrak peningkatan kunjungan wisata di Kota Banjar di mana terpantau beberapa objek wisata Kota Banjar justru sepi pengunjung.

"Hal tersebut merupakan kegagalan pemerintah daerah mengelola sektor pariwisata dikarenakan kondisi objek wisata yang ada di kota Banjar kurang tertata dengan baik, dan minim promosi sehingga wisatawan hanya melintas dan bahkan kurang diminati warga lokal. ," ucap Irwan.

Padahal, lanjut Irwan, seharusnya dengan objek wisata yang ada di Kota Banjar bisa menjadi salah satu alternatif tempat liburan yang nyaman dan murah.

Irwan memantau ada beberapa objek wisata yang tidak terurus, pengembangan destinasi dan fasilitas pada tempat wisata juga masih kurang dan tidak memiliki daya tarik bagi pengunjung, termasuk penataan dan pengelolaan serta perhatian dari pemerintah daerah yang sangat minim.

"Upaya promosi untuk menarik wisatawan juga dinilai kurang. Kondisi ini jelas berdampak pada tidak optimalnya pencapaian sektor pariwisata," sesalnya.

Wisata Lokal Tak Jadi Pilihan, Warga Minim Anggaran

Irwan menyebut lesunya animo masyarakat untuk berwisata pada libur Lebaran termasuk wisata lokal di Kota Banjar ini merupakan imbas dari kondisi ekonomi yang masih terus bergejolak.

Menurutnya, ketiadaan atau minimnya biaya menjadi alasan utama mereka memutuskan tidak berwisata pada Lebaran tahun ini. "Kita tahu sendiri kebutuhan pada hari raya lebaran sangat banyak dan menjadi sebuah tradisi," ucapnya.

Jika dianalisis lebih lanjut berdasarkan kondisi sosial ekonomi, keterbatasan finansial ini didominasi oleh kelompok menengah ke bawah. Sementara, proporsinya semakin menurun seiring dengan meningkatnya status ekonomi.

"Bukan tanpa alasan, sebab jelang Lebaran situasi ekonomi, baik nasional maupun global, tak kunjung membaik. Alih-alih menemukan titik terang, kondisi semakin keruh dengan badai PHK yang datang bertubi-tubi hingga kenaikan harga kebutuhan yang justru semakin melemahkan daya beli masyarakat," jabarnya.

Selanjutnya tekanan ekonomi jelang Lebaran tampak nyata menyerbu kelompok masyarakat menengah dan bawah.

Hampir keseluruhan dari kelompok ini mengalami penurunan pendapatan menjelang hari raya tiba. Mulai dari terdampak PHK, melambatnya pendapatan usaha, hingga berkurangnya upah."Karena itu, wisata tak masuk daftar agenda sebagian masyarakat pada Lebaran tahun ini," terangnya.

Pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi penting, di mana melalui pariwisata dapat menopang perekonomian terutama saat periode liburan. Selain itu, pariwisata dapat mengurangi angka pengangguran dan membuka peluang usaha serta memanfaatkan potensi besar daerah melalui beragam destinasi wisata.

"Maka dari itu pemerintah harus segera menyikapi kondisi tersebut secara serius, perlu dicarikan solusi demi meningkatkan sektor pariwisata di Kota Banjar," harapnya.

Jika memang kota Banjar dianggap sebagai kota transit, Irwan berharap perlu dicari alternatif yang menjadi daya tarik orang berhenti dan berkunjung ke Kota Banjar, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang akan berdampak positif bagi masyarakat.

"Jangan sampai, orang-orang justru bingung mau kemana dan harus apa jika liburan di Kota Banjar," tutupnya.

Respons PMII Kota Banjar

Keprihatinan terhadap lesunya pariwisata di Kita Banjar juga ditanggapi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar.

Ketua PMII Kota Banjar, Muhamad Abdul Wahid menyebut bahwa hal tersebut tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat, tetapi juga merusak citra Kota Banjar sebagai destinasi wisata.

"Kami menilai bahwa lesunya wisata di Kota Banjar disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya promosi dan pengembangan destinasi wisata, serta kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang memadai," cetusnya.

Atas kondisi tersebut, PMII menuntut Pemerintah Kota Banjar untuk segera mengambil langkah-langkah yang konkrit untuk mengembangkan dan mempromosikan destinasi wisata di Kota Banjar.

"Kami juga menuntut Pemerintah Kota Banjar untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur yang ada, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan wisatawan," katanya. (*)

Pewarta : Sussie
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Makassar just now

Welcome to TIMES Makassar

TIMES Makassar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.