Kasus Melonjak, 7 Kabupaten/Kota di Sulsel Berstatus KLB Campak
Pelaksanaan imunisasi pada program ORI yang dilakukan salah satu puskesma secara mobile di akhir pekan guna menekan kasus campak di Makassar. (Foto: ANTARA/Nur Suhra Wardyah)

Kasus Melonjak, 7 Kabupaten/Kota di Sulsel Berstatus KLB Campak

Kementerian Kesehatan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tujuh daerah Sulawesi Selatan. Tercatat 169 anak positif campak, Dinkes segera gelar imunisasi darurat (ORI).

TIMES Makassar,Minggu 12 April 2026, 09:44 WIB
320
A
Antara

makasarKementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak pada tujuh wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Ketujuh daerah tersebut meliputi Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto, dan Luwu Timur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, menjelaskan bahwa penetapan status KLB ini dipicu oleh penyebaran penyakit yang telah meluas secara nasional. Merespons kondisi tersebut, Kemenkes mengeluarkan edaran untuk melakukan pemetaan risiko, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

"Kemudian ditetapkanlah tujuh daerah KLB campak, meski sebenarnya status KLB ini ditetapkan kabupaten/kota masing-masing, tapi kasusnya telah menyebar secara nasional," kata Yusri di Makassar, Minggu (12/4/2026).

Berdasarkan data Dinkes Sulsel hingga 8 April, tercatat sebanyak 169 anak dinyatakan positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Yusri memaparkan bahwa tren peningkatan kasus yang disebabkan oleh infeksi virus ini sejatinya telah terdeteksi sejak akhir 2025. Memasuki awal 2026, gejala klinis dilaporkan terus meningkat secara signifikan sepanjang periode Januari hingga Maret.

"Desember 2025 itu baru tersebar di tiga kabupaten, itu pun baru diagnosis dalam bentuk suspek. Nanti pada saat uji klinik, diperiksa di lab dinyatakan positif tapi semenjak ada diagnosis suspek, kita melakukan upaya pencegahan," ucapnya.

Langkah antisipasi sendiri telah dilakukan sejak akhir tahun lalu. Dinkes Sulsel telah menerbitkan surat edaran terkait kesiapsiagaan dini yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di provinsi tersebut.

"Di dalamnya itu menjaga stabilitas layanan, bagaimana pola hidup bersih dan menjaga protokol kesehatan dan sebagainya," tutur Yusri.

Sebagai langkah konkret penanganan medis di lapangan, pemerintah menggelar giat Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak darurat. Sasaran utama program ini adalah anak usia 9 bulan hingga 59 bulan guna memutus rantai penularan KLB.

Yusri menggarisbawahi bahwa mayoritas anak yang terinfeksi merupakan mereka yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Oleh karena itu, penguatan kekebalan kelompok (herd immunity) menjadi prioritas utama.

"Tidak adanya kekebalan tubuh secara menyeluruh, sehingga yang terkena bisa yang sudah imunisasi dan yang belum kalau virus ini menyebar, artinya semua bisa kena," kata Muhammad Yusri Yunus.

Dinkes Sulsel mengimbau masyarakat, khususnya di daerah terdampak seperti Kabupaten Sinjai dan enam daerah lainnya, untuk proaktif membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan vaksinasi, baik untuk melengkapi status imunisasi maupun sebagai penguat perlindungan tubuh. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Makassar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.