Pendidikan

Gandeng LP Maarif NU Jatim, Kemenag Jatim Kembangkan Profesi Guru Madrasah Berkelanjutan

Selasa, 27 Oktober 2020 - 23:09
94.03k
Gandeng LP Maarif NU Jatim, Kemenag Jatim Kembangkan Profesi Guru Madrasah Berkelanjutan Penandatangan naskah kerjasama PKB Guru Madrasah Kemenag Jatim dengan PW LP Maarif NU Jatim di kantor Kemenag RI Propinsi Jawa Timur JL Raya Bandara Juanda Sidoarjo, Selasa (27/10/2020). (FOTO: maarifnujatim.or.id)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kepala Kemenag Propinsi Jawa Timur (Kemenag Jatim) Dr H Ahmad Zayadi MPd menegaskan bahwa PW LP Maarif NU Jatim adalah salah satu mitra penting Kementerian Agama dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Madrasah (PKB Guru Madrasah) di Jawa Timur.

"Madrasah memiliki sejarah panjang pendidikan keagamaan di Indonesia, sejatinya madrasah memiliki identitas yang sangat khas dan dekat dengan pesantren dan ulama," kata Ahmad Zayadi usai penandatangan naskah kerjasama PKB Guru Madrasah dengan PW LP Maarif NU Jatim di kantor Kemenag RI Propinsi Jawa Timur JL Raya Bandara Juanda Sidoarjo, Selasa (27/10/2020).

Turut hadir dalam penandatangan tersebut Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur Noor Shodiq Askandar didampingi Ahmad Sururi dari Pergunu dan Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Jatim H M Syamsuri.

"Merawat tradisi, budaya dan karakter adalah sangat penting dalam madrasah. Inilah distingsi atau pembeda dengan sekolah lain pada umumnya. Maka pengelolaan peningkatan guru madrasah harus dilakukan secara bersama dengan LP Ma’arif NU sebagai mayoritas pengelola madrasah di lingkungan NU Jawa Timur," imbuh Ahmad Zayadi.

Dalam kesempatan yang sama, Noor Shodiq Askandar atau Gus Shodiq berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah ikut berjuang dan mendampingi serta mengelola madrasah sampai hari ini.

Saat ini, katanya, sudah banyak kepala madrasah mendapatkan sertifikat yang dikerjasamakan bekerjasama dengan BDK Kemenag. Jumlahnya sebanyak 4.235 sejak tahun 2018. "90 persen madrasah adalah di lingkungan Nahdlatul Ulama," kata Gus Shodiq.

Soal out put madrasah, imbuh Gus Shodiq, lulusan madrasah berbeda dan memiliki ciri khusus dengan hasil pendidikan yang luar biasa. "Pendidikan madrasah harus menciptakan kukhususan dan identik dengan pinter dan bener. Oleh sebab itu, mengawal guru madrasah merupakan sasaran yang mutlak harus segera ditingkatkan agar menjadi guru yang baik dan bener," ucapnya.

Untuk diketahui, madrasah di Jatim berjumlah 20.172 lembaga. Mulai RA, MI, MTs dan MA. Sedangkan Negeri hanya 135 lembaga se Jawa Timur. Selain itu, madrasah banyak dikelola oleh masyarakat atau  swasta.

"Mayoritas madrasah inilah yang dikelola oleh LP Ma’arif NU," ungkap Gus Shodiq.

Saat ini, LP Ma’arif NU telah membentuk Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) di lingkungan LP Ma’arif NU. Hal ini telah terbentuk di semua PC dengan menggunakan program PKB Guru.

"Dalam waktu dekat LP Maarif NU di tingkat cabang akan bersinergi dengan Kemenag Kabupaten/Kota se Jatim dan akan ditindaklanjuti membentuk institusi ini di semua Tingkat MWC LP Maarif NU se Jawa Timur," ujarnya.

Mengingat Kemenag Jatim saat ini mendapat amanah untuk mengelola PKB Guru Madrasah, diharapkan kerjasama Kemenag Jatim bersama LP Maarif NU Jatim ini bisa membantu guru madrasah untuk terus mengasah profesinya lebih baik lagi. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Makassar just now

Welcome to TIMES Makassar

TIMES Makassar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.