Pendidikan

Wacana Pendidikan Militer Pada Mahasiswa, Ini Kata Praktisi Pendidikan

Selasa, 18 Agustus 2020 - 14:21
78.25k
Wacana Pendidikan Militer Pada Mahasiswa, Ini Kata Praktisi Pendidikan Pelatihan militer. (FOTO: BBC.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto berencana menerapkan pendidikan militer kepada mahasiswa. Dalam mewujudkan wajib militer hal tersebut, Kemenhan rencananya akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menanggapi wacana itu, praktisi pendidikan Prof. Raihan mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan secara matang. Apakah memang pendidikan militer pada mahasiswa saat ini perlu dilakukan atau tidak. Jika pemerintah memandang itu perlu, tentu juga harus dikaji untuk jangka pendek dan panjangnya.

"Setelah itu bagaimana programnya? Untuk melaksanakan program ini pasti biayanya mahal, apakah dapat dibiayai anggarannya," katanya kepada TIMES Indonesia, Selasa (18/8/2020).

Rektor Universitas Islam Jakarta (UIJ) berpendapat, saat ini tantangan yang dihadapi sivitas akademika di perguruan tinggi, lebih kepada persaingan di dunia internasional dalam keilmuan teknologi dan kemampuan untuk melakukan inovasi.

Nah, menurutnya dalam konteks pendidikan militer kepada mahasiswa ini, jika tujuan pemerintah agar mahasiswa untuk bela negara, hal itu sedari dulu semua penduduk Indonesia memang sudah wajib melakukannya. "Wajib bela negara sesuai dengan bidang dan profesi masing-masing," jelasnya.

Dia mengusulkan, jika pemerintah tetap merialisasi pendidikan militer ini, nantinya di kampus bisa ditambahkan satu kegiatan yang serupa dengan pendidikan militer. Akan tetapi,  biarkan mahasiswa memilihnya sendiri dan bukan dalam rangka diwajibkan.

"Karena dengan program kampus merdeka (yang dicanangkan oleh Kemendikbud), mahasiswa boleh memilih. Dari hal tersebut maka kita dapat melihat sampai sejauh mana minat mahasiswa terhadap program tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, melalui kerja sama dengan Kemendikbud, mahasiswa direkrut untuk terlibat dalam latihan militer melalui program bela negara. "Nanti dalam satu semester, mereka (mahasiswa) bisa ikut pendidikan militer," jelasnya.

Adapun nilai pendidikan militer tersebut akan dimasukkan ke dalam satuan kredit semester (SKS) yang diambil. "Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan," ujar Trenggono soal pendidikan militer pada mahasiswa. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Makassar just now

Welcome to TIMES Makassar

TIMES Makassar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.