Berita

Kementerian PUPR RI Tata Kawasan Bungkutoko dan Petoaha di Kendari

Jumat, 23 Oktober 2020 - 14:13
87.34k
Kementerian PUPR RI Tata Kawasan Bungkutoko dan Petoaha di Kendari Ilustrasi Pekerjaan kawasan Bangkutoko dan Petoaha di Kendari (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)

TIMESINDONESIA, KENDARI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Ditjen Cipta Karya, tengah menyelesaikan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) melalui kegiatan penataan Permukiman Kumuh Perkotaan (PKP) di dua kawasan Bungkutoko, dan Petoaha di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara Mustaba mengatakan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui program KOTAKU dilaksanakan dengan konsep pengembangan permukiman di kawasan pesisir. Saat ini progres konstruksinya telah mencapai 90,36 % dan InsaAllah akan selesai November 2020," katanya saat meninjau pekerjaan penataan di kawasan Bungkutoko, Kamis (22/10/2020). 

Mustaba melanjutkan, Program KOTAKU di dua kawasan ini mencakup area seluas 31 hektar dilaksanakan secara kontraktual oleh 2 kontraktor lokal. "Walaupun kontraktual, selama masa Pandemi Covid -19 seperti sekarang, kami alihkan polanya menjadi padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak 100 orang," imbuh Mustaba.

Kementrian PUPR RI a

"Diharapkan, Kawasan Bungkutoko dan Petoaha akan menjadi destinasi wisata baru yang bersifat bahari di Kota Kendari. Warga bisa memanfaatkan fasilitas ruang publik ini sebagai spot swafoto, dan area bermain untuk anak dan keluarga," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI Endra S. Atmawdijaja, menilai inisiatif Kotaku merupakan hal yang baik bagi pertumbuhan sebuah kota, karena jika kotanya maju, kebutuhan dan tuntutan masyarakatnya juga semakin banyak dan kompleks.

"Tidak hanya kebutuhan dasar, juga sekunder dan tersier," ujarnya. 

Menurut Endra, salah satu tuntutan masyarakat seiring modernisasi adalah rumah sehat, lingkungan berkualitas, dan tertata rapi, dilengkapi dengan jaringan air bersih dan pengolahan limbah.

"Program KOTAKU di dua kawasan ini bertujuan untuk menciptakan ruang kehidupan yang lebih baik dan berkualitas," ujar Endra

Lebih lanjut, kata Endra, meski volume pekerjaannya relatif kecil dan dikerjakan oleh kontraktor lokal, namun kualitasnya bagus. "Hal paling penting adalah pemeliharaannya. Karena ruang publik ini harus bersih, nyaman, dan rindang," tutur Endra.

Kementrian PUPR RI b

Pekerjaan penataan kawasan Bungkutoko dilakukan kontraktor pelaksana PT Karya Syarnis Pratama dengan anggaran Rp 23 miliar. Sedangkan penataan kawasan Petoaha dilakukan kontraktor PT Indopenta Bumi Permai dengan anggaran sebesar Rp 16,6 miliar. Pekerjaan penataan dua kawasan tersebut melibatkan sebanyak 100 pekerja masyarakat lokal. 

Pekerjaan kawasan Bangkutoko dan Petoaha yang dilakukan Kementerian PUPR RI berupa penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH), pembangunan jalan lingkungan sepanjang 245 meter, water front city, 697,16 meter drainase, jalan titian kramba 320 meter, TPS 3R, duiker plat, tambatan perahu, tempat duduk 4 unit, dan jalan paving block. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Makassar just now

Welcome to TIMES Makassar

TIMES Makassar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.